Manfaat Rebung Untuk Kesehatan Tubuh, Efek Samping, Kandungan Didalamnya Serta Cara Pengolahan Yang Baik Untuk Hasil Optimal
Play dengarkan berita
Apa Itu Rebung? Mengenal
Tunas Bambu dan Karakteristiknya
Rebung, atau tunas muda pohon bambu, telah lama menjadi bahan makanan favorit di berbagai belahan Asia, termasuk Indonesia. Di balik teksturnya yang renyah dan aromanya yang khas, rebung menyimpan segudang nutrisi yang sering kali diremehkan.
Kandungan Nutrisi dalam Rebung
Rebung adalah bahan makanan rendah kalori namun kaya akan zat mikro. Berikut adalah estimasi kandungan dalam 100 gram rebung mentah:
- Kalori: 27 kkal
- Serat: 2,2 gram (sangat baik untuk pencernaan)
- Protein: 2,6 gram
- Kalium (Potasium): Membantu menjaga tekanan darah.
- Vitamin: Vitamin A, B6, dan E.
- Mineral: Tembaga, mangan, fosfor, dan zat besi.
- Antioksidan: Mengandung fenolik yang membantu melawan radikal bebas.
Manfaat Rebung untuk Kesehatan
1. Menurunkan Kadar Kolesterol
Serat yang tinggi dalam rebung membantu mengikat lemak jahat (LDL) dalam sistem pencernaan dan membuangnya melalui feses, sehingga membantu menjaga kesehatan jantung.
2. Melancarkan Pencernaan
Kandungan serat selulusa pada rebung berfungsi sebagai pencahar alami yang membantu mencegah sembelit dan menjaga kesehatan usus besar.
3. Membantu Program Diet
Karena rendah kalori dan lemak, namun memberikan rasa kenyang yang lama berkat seratnya, rebung adalah pilihan karbohidrat alternatif yang cerdas bagi Anda yang sedang menurunkan berat badan.
4. Menjaga Tekanan Darah
Tingginya kadar Kalium berperan penting dalam menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh, sehingga membantu menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).
5. Meningkatkan Sistem Imun
Kehadiran vitamin dan mineral penting serta senyawa fitosterol membantu memperkuat daya tahan tubuh terhadap infeksi virus dan bakteri.
Efek Samping dan Hal
Yang Perlu Diperhatikan
Meski menyehatkan, rebung memiliki beberapa aspek "negatif" jika tidak ditangani dengan benar:
- Kandungan Sianida Alami: Rebung mentah mengandung glikosida sianogenik (racun alami). Jika dikonsumsi mentah, ini bisa berbahaya bagi tubuh.
- Kadar Purin: Bagi penderita asam urat akut, konsumsi rebung sebaiknya dibatasi karena kandungan purinnya dapat memicu nyeri sendi.
- Aroma Menyengat: Rebung memiliki aroma pesing yang khas jika tidak diolah dengan benar, yang bagi sebagian orang dapat menyebabkan mual.
Cara Pengolahan Yang Baik
Untuk Hasil Optimal
Untuk mendapatkan manfaat kesehatan maksimal tanpa risiko keracunan, ikuti langkah-langkah berikut:
- Pengupasan: Buang kelopak keras bagian luar yang berwarna cokelat/keunguan hingga menyisakan bagian dalam yang putih dan lunak.
- Iris dan Rendam: Iris tipis rebung, lalu rendam dalam air garam selama 30 menit untuk membantu menarik keluar sisa racun dan mengurangi bau.
- Perebusan (Wajib): Rebus rebung dalam air mendidih selama 20–30 menit tanpa ditutup. Proses ini efektif menghilangkan 90% senyawa sianogenik.
- Penggantian Air: Buang air rebusan pertama yang berwarna keruh dan berbau tajam. Bilas dengan air bersih sebelum dimasak menjadi gulai, tumisan, atau isian lumpia.
- Hindari Santan Berlebih: Untuk hasil kesehatan optimal (diet/jantung), sebaiknya olah rebung dengan cara ditumis dengan sedikit minyak zaitun atau dijadikan sup bening daripada dimasak dengan santan kental.
DISCLAIMER:
Informasi dalam artikel ini bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat menggantikan saran medis profesional, diagnosis, atau perawatan dari dokter. Selalu konsultasikan dengan ahli gizi atau tenaga medis sebelum mengubah pola makan secara drastis, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti asam urat atau gangguan ginjal.
AlusNewsKesehatan
