Mengapa Tempe Lebih Sehat dari Daging? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Play dengarkan berita

Mengapa Tempe Lebih Sehat dari Daging?
Ini Penjelasan Ilmiahnya

Selama puluhan tahun, daging dianggap sebagai standar emas sumber protein. Namun, seiring berkembangnya ilmu nutrisi, tempe—makanan tradisional kebanggaan Indonesia—mulai mencuri perhatian dunia medis. Banyak ahli gizi kini menyebut tempe bukan sekadar "pengganti" daging, melainkan pilihan yang seringkali lebih sehat.

Mengapa demikian? Berikut adalah tinjauan ilmiah yang membedah keunggulan tempe dibandingkan daging.

1. Profil Lemak, Nol Kolesterol
Perbedaan paling mencolok antara tempe dan daging merah (sapi atau kambing) terletak pada jenis lemaknya.
  • Daging: Mengandung lemak jenuh dan kolesterol. Konsumsi lemak jenuh yang tinggi terbukti meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
  • Tempe: Secara alami bebas kolesterol. Tempe mengandung asam lemak tidak jenuh majemuk (asam linoleat) yang justru membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.
2. Keajaiban Fermentasi, Bioavailabilitas Nutrisi
Tidak seperti kacang kedelai rebus biasa, tempe melalui proses fermentasi oleh kapang Rhizopus oligosporus. Proses ini mengubah struktur kimiawi kedelai menjadi lebih unggul:
  • Penyederhanaan Protein: Enzim dari kapang memecah protein menjadi asam amino yang lebih sederhana, sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan protein daging yang kompleks.
  • Penghancuran Zat Antigizi: Fermentasi mereduksi asam fitat (zat yang menghambat penyerapan mineral). Hasilnya, tubuh Anda lebih efektif menyerap zat besi, kalsium, dan magnesium dari tempe.
3. Sumber Serat yang Melimpah
Salah satu kelemahan utama daging adalah sama sekali tidak mengandung serat. Sebaliknya, tempe adalah sumber serat pangan yang luar biasa.
  • Kesehatan Pencernaan: Serat dalam tempe berfungsi sebagai prebiotik, yakni makanan bagi bakteri baik di usus.
  • Kontrol Gula Darah: Serat membantu memperlambat penyerapan gula, menjadikan tempe makanan dengan indeks glikemik rendah yang aman bagi penderita diabetes.
4. Kandungan Antioksidan (Isoflavon)
Daging tidak memiliki senyawa pelindung sel, sementara tempe kaya akan isoflavon (daidzein dan genistein). Penelitian menunjukkan bahwa isoflavon memiliki efek:
  • Antikanker: Terutama dalam mencegah kanker payudara dan prostat.
  • Anti-inflamasi: Mengurangi peradangan kronis dalam tubuh yang memicu berbagai penyakit penuaan.
5. Perbandingan Nutrisi: Head-to-Head
Berikut adalah perbandingan kasar nutrisi per 100 gram antara tempe dan daging sapi (lemak sedang):
| Nutrisi | Tempe | Daging Sapi |
  1. Protein | ~19 - 20g | ~25 - 26g |
  2. Serat | ~7 - 9g | 0g |
  3. Kolesterol | 0mg | ~70 - 90mg |
  4. Zat Besi | ~2.7mg | ~2.6mg |
  5. Kalsium | ~111mg | ~12mg |
Catatan: Meski protein daging sedikit lebih tinggi secara kuantitas, tempe unggul jauh dalam hal kandungan kalsium dan ketiadaan kolesterol.

Memilih tempe bukan berarti Anda harus menjadi vegetarian sepenuhnya. Namun, secara ilmiah, mengganti sebagian porsi daging dengan tempe dapat menurunkan risiko penyakit jantung, memperbaiki kesehatan pencernaan, dan memberikan perlindungan antioksidan yang tidak didapatkan dari produk hewani.
Tempe adalah bukti nyata bahwa makanan sehat tidak harus mahal. Ia adalah superfood lokal yang kualitasnya diakui secara global.
AlusNewsKesehatan