Nutrisi Tersembunyi dalam Tempe yang Sering Diabaikan

Play dengarkan berita

Nutrisi Tersembunyi dalam Tempe
Yang Sering Diabaikan

Selama puluhan tahun, tempe telah menjadi primadona meja makan di Indonesia. Namun, popularitasnya sering kali hanya sebatas sebagai "pengganti daging yang murah". Padahal, di balik kesederhanaannya, proses fermentasi kacang kedelai oleh kapang Rhizopus oligosporus menciptakan profil nutrisi kompleks yang tidak ditemukan pada sumber protein nabati lainnya.

Berikut adalah beberapa nutrisi dan manfaat kesehatan tempe yang sering kali diabaikan:

1. Peningkatan Bioavailabilitas Protein
Banyak yang tahu tempe tinggi protein, namun jarang yang menyadari bahwa protein tempe lebih mudah diserap tubuh dibandingkan kedelai rebus. Proses fermentasi memecah protein menjadi asam amino rantai pendek (peptida). Hal ini membuat sistem pencernaan bekerja lebih ringan dan nutrisi terserap lebih maksimal.

2. Sumber Vitamin B12 bagi Vegetarian
Vitamin B12 umumnya hanya ditemukan pada produk hewani. Namun, karena adanya aktivitas bakteri (seperti Klebsiella pneumoniae) selama proses fermentasi tradisional, tempe mengandung vitamin B12 dalam jumlah yang signifikan. Ini menjadikan tempe salah satu "superfood" wajib bagi mereka yang menjalankan pola makan berbasis tanaman (plant-based).

3. "Antibiotik" Alami dan Imunomodulator
Tempe mengandung senyawa antibakteri yang disebut simuans. Senyawa ini dihasilkan oleh kapang tempe dan terbukti secara ilmiah dapat membantu melawan bakteri penyebab diare. Inilah alasan mengapa tempe sering dianggap sebagai makanan penyembuh untuk masalah pencernaan ringan.

4. Mineral yang Lebih "Ramah" Tubuh
Kedelai mentah mengandung asam fitat, sebuah "anti-nutrisi" yang menghambat penyerapan kalsium, zat besi, dan magnesium. Hebatnya, fermentasi tempe mereduksi kadar asam fitat hingga 65%. Hasilnya, mineral-mineral penting dalam tempe menjadi jauh lebih tersedia (bioavailable) untuk menjaga kepadatan tulang dan mencegah anemia.

5. Kaya akan Isoflavon Aktif
Meskipun kedelai mengandung isoflavon, proses fermentasi mengubah isoflavon tersebut menjadi bentuk aglikon (seperti genistein dan daidzein). Bentuk ini memiliki aktivitas antioksidan yang jauh lebih kuat untuk melawan radikal bebas dan membantu menjaga kesehatan jantung serta keseimbangan hormon.

Tabel Perbandingan Nutrisi (per 100 gram)
| Nutrisi | Tempe | Kedelai Rebus |
  1. Protein | ~19g - 20g | ~16g - 18g
  2. Zat Besi | Lebih mudah diserap | Terhambat asam fitat
  3. Vitamin B12 | Ada (Signifikan) | Hampir tidak ada
  4. Tekstur | Padat, mudah dicerna | Kadang memicu gas (kembung)
* Tempe bukan sekadar makanan pendamping. Ia adalah produk bioteknologi tradisional yang menawarkan solusi nutrisi lengkap, mulai dari kesehatan usus hingga perlindungan seluler. Untuk mendapatkan manfaat maksimal, disarankan mengolah tempe dengan cara dikukus, dipanggang, atau ditumis singkat guna menjaga integritas nutrisinya.

Rujukan dan Referensi Akademik:
  • Babu, P. D., dkk. (2009). Emerging Health Benefits of Tempeh. Malaysian Journal of Nutrition. (Membahas tentang sifat antibakteri dan bioavailabilitas protein).
  • Ahnan-Winarno, A. D., dkk. (2020). Tempeh: A Socio-cultural and Health Perspective. Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety. (Membahas sejarah dan profil nutrisi lengkap termasuk B12).
  • Watanabe, F., dkk. (2007). Vitamin B12-containing Plant Food Sources for Vegetarians. Nutrients. (Studi spesifik mengenai kandungan B12 pada makanan fermentasi).
  • Barus, T., dkk. (2019). The Role of Bacteria in Tempeh Fermentation. Journal of Applied Microbiology. (Menjelaskan peran bakteri dalam pembentukan nutrisi mikro).
AlusNewsKesehatan