Tempe, Superfood Lokal Dengan Manfaat Global Bagi Tubuh

Play dengarkan berita

Tempe, Superfood Lokal
Dengan Manfaat Global Bagi Tubuh


Di tengah tren gaya hidup sehat yang semakin mendunia, banyak orang mulai beralih ke bahan makanan nabati atau plant-based food. Menariknya, salah satu primadona dalam kategori ini bukan berasal dari laboratorium canggih di negara maju, melainkan dari dapur tradisional Indonesia: Tempe.

Dahulu sering dianggap sebagai "makanan rakyat" yang sederhana, kini tempe telah naik kelas dan diakui oleh para ahli nutrisi dunia sebagai superfood. Apa yang membuat blok kedelai fermentasi ini begitu istimewa?

A. Rahasia di Balik Proses Fermentasi
Berbeda dengan tahu yang dibuat dari sari kedelai, tempe dibuat dari kacang kedelai utuh yang difermentasi menggunakan kapang Rhizopus oligosporus. Proses fermentasi inilah yang menjadi "kunci ajaib" nutrisinya.

Fermentasi memecah senyawa kompleks dalam kedelai menjadi nutrisi yang lebih mudah diserap oleh tubuh. Selain itu, proses ini menurunkan kadar asam fitat (zat antinutrisi) yang biasanya menghambat penyerapan mineral dalam tubuh.

B. Kandungan Gizi Utama
Dalam setiap 100 gram tempe, terkandung nutrisi yang luar biasa:
  • Protein Tinggi: Mengandung sekitar 19–20 gram protein, setara dengan kandungan protein pada daging sapi.
  • Serat Pangan: Menjaga kesehatan pencernaan.
  • Probiotik & Prebiotik: Bakteri baik yang mendukung sistem imun.
  • Vitamin B12: Unik bagi makanan nabati, sangat penting bagi mereka yang menjalani pola makan vegetarian/vegan.
C. Manfaat Tempe bagi Kesehatan Tubuh

1. Membangun dan Memperbaiki Otot
Sebagai sumber protein lengkap yang mengandung sembilan asam amino esensial, tempe adalah pilihan utama bagi atlet maupun mereka yang ingin menjaga massa otot. Protein dalam tempe lebih mudah dicerna dibandingkan kacang kedelai biasa.

2. Menjaga Kesehatan Jantung
Tempe mengandung isoflavon yang memiliki sifat antioksidan. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi protein kedelai secara rutin dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menjaga tekanan darah tetap stabil.

3. Meningkatkan Kesehatan Tulang
Kandungan kalsium dan fosfor dalam tempe cukup tinggi. Menariknya, penyerapan kalsium dari tempe diketahui hampir setara dengan kalsium dari susu sapi, menjadikannya pilihan baik untuk mencegah osteoporosis.

4. Menjaga Keseimbangan Gula Darah
Kombinasi tinggi protein dan serat membuat tempe memiliki indeks glikemik yang rendah. Ini berarti tempe tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis, sehingga aman dan sangat disarankan bagi penderita diabetes.

D. Tips Mengolah Tempe
Agar Nutrisi Terjaga
Meskipun tempe goreng sangat lezat, suhu minyak yang terlalu tinggi dapat merusak sebagian nutrisi dan menambah lemak jenuh. Untuk mendapatkan manfaat maksimal, cobalah metode pengolahan berikut:
  • Dikukus atau Direbus: Mempertahankan kandungan protein dan probiotik.
  • Dipanggang (Baked): Memberikan tekstur renyah dengan sedikit minyak.
  • Ditumis: Menggunakan sedikit minyak zaitun atau minyak kelapa.
Catatan Penting: Hindari mengonsumsi tempe yang sudah berbau sangat tajam atau berubah warna menjadi abu-abu gelap yang berlendir, karena itu menandakan proses pembusukan yang tidak sehat.

Tempe adalah bukti nyata bahwa makanan sehat tidak harus mahal. Dengan profil nutrisi yang lengkap dan manfaat kesehatan yang telah diakui secara global, sudah saatnya kita lebih mengapresiasi warisan kuliner asli nusantara ini. Menambahkan tempe ke dalam menu harian bukan hanya soal melestarikan budaya, tapi juga investasi jangka panjang bagi kesehatan tubuh.
AlusNewsKesehatan