Alergi & Imunitas, Ketika Sang Pelindung Menjadi Terlalu Sensitif

Play dengarkan berita

Alergi & Imunitas, Ketika Sang Pelindung
Menjadi Terlalu Sensitif


Sistem imun adalah pasukan pertahanan internal yang luar biasa. Tugas utamanya sederhana namun krusial: membedakan antara "kawan" (sel tubuh sendiri) dan "lawan" (virus, bakteri, atau parasit). Namun, terkadang sistem yang canggih ini mengalami kesalahan identifikasi. Inilah yang kita kenal sebagai alergi.

1. Bagaimana Sistem Imun Bekerja?
Secara normal, sistem imun bekerja melalui koordinasi sel darah putih (seperti limfosit T dan B) serta antibodi. Saat ancaman nyata masuk, tubuh memproduksi antibodi untuk melumpuhkannya.

Dalam kasus alergi, sistem imun mengalami hipersensitivitas. Ia menganggap zat yang sebenarnya tidak berbahaya (seperti serbuk sari, bulu kucing, atau kacang) sebagai ancaman mematikan.

2. Mekanisme Terjadinya Alergi
Proses alergi biasanya terjadi dalam dua tahap utama:
  1. Sensitisasi: Saat pertama kali terpapar alergen (zat pemicu), tubuh memproduksi antibodi khusus yang disebut Imunoglobulin E (IgE). Antibodi ini menempel pada sel mast (sel penyimpan histamin).
  2. Reaksi Alergi: Saat terpapar kembali, alergen akan berikatan dengan IgE pada sel mast. Hal ini memicu pelepasan histamin dan zat kimia lainnya ke aliran darah.
Alergen} + IgE (pada sel mast) -> Pelepasan Histamin -> Gejala Alergi

3. Jenis-Jenis Alergen Umum
Alergen dapat masuk ke tubuh melalui berbagai jalur:
  • Inhalan: Debu, serbuk sari, jamur, dan bulu hewan.
  • Ingestan: Makanan (susu, telur, kacang-kacangan, seafood).
  • Kontak Kulit: Logam (nikel), bahan kimia kosmetik, atau lateks.
  • Injeksi: Obat-obatan (seperti penisilin) atau sengatan serangga.
4. Gejala: Dari Ringan Hingga Fatal
Gejala alergi sangat bergantung pada di mana histamin dilepaskan:
  • Hidung & Mata: Bersin, gatal, dan mata berair (Rhinitis alergi).
  • Paru-paru: Sesak napas dan mengi (Asma).
  • Kulit: Ruam, gatal-gatal (Urtikaria), atau eksim.
  • Sistemik: Anafilaksis, sebuah reaksi darurat yang melibatkan penurunan tekanan darah drastis dan penyempitan saluran napas yang mengancam jiwa.
5. Hubungan Antara Imunitas dan Lingkungan
Ada teori menarik yang disebut "Hipotesis Higiene". Teori ini menyatakan bahwa lingkungan yang "terlalu bersih" di masa kecil dapat menyebabkan sistem imun kurang "terlatih". Karena tidak ada kuman asli untuk dilawan, sistem imun menjadi bosan dan mulai menyerang zat-zat tidak berbahaya, yang memicu meningkatnya angka kejadian alergi di masyarakat modern.

Sumber Data & Referensi
Artikel ini disusun berdasarkan prinsip imunologi umum dan data dari organisasi kesehatan terkemuka:
  1. World Allergy Organization (WAO): White Book on Allergy – Data prevalensi alergi global.
  2. Mayo Clinic: Allergies: Symptoms & Causes – Detail mekanisme biologis histamin dan IgE.
  3. Journal of Allergy and Clinical Immunology: Studi mengenai "Hygiene Hypothesis" dan perkembangan sistem imun.
  4. Kementerian Kesehatan RI (P2PTM): Panduan mengenai pencegahan kekambuhan alergi di lingkungan rumah.
Alergi & Imunitas