Play dengarkan berita
Cara Pengolahan Kentang
(dengan Kulitnya)
Yang Baik Untuk Hasil Optimal
Banyak orang terbiasa mengupas kentang sebelum memasaknya karena alasan estetika atau tekstur. Padahal, kulit kentang mengandung sekitar 50% hingga 80% nutrisi penting, termasuk serat, vitamin B, vitamin C, kalium, dan zat besi. Mengolah kentang bersama kulitnya bukan hanya soal efisiensi, tapi juga memaksimalkan manfaat kesehatan.
Berikut adalah panduan lengkap cara mengolah kentang dengan kulitnya agar mendapatkan hasil rasa, tekstur, dan nutrisi yang optimal.
1. Pemilihan dan Persiapan Bahan
Kualitas hasil akhir sangat bergantung pada kondisi awal kentang. Tidak semua kentang layak dimakan dengan kulitnya.
- Pilih Kentang Organik (Jika Memungkinkan): Karena kulit adalah bagian terluar yang bersentuhan dengan tanah dan pestisida, memilih kentang organik sangat disarankan.
- Hindari Warna Hijau: Jika kulit kentang berwarna kehijauan, itu pertanda adanya senyawa solanin yang beracun. Jika hanya sedikit, potong bagian hijaunya; jika menyeluruh, sebaiknya dibuang.
- Pembersihan Ekstra: Gunakan sikat sayur khusus untuk menyikat permukaan kulit di bawah air mengalir. Ini penting untuk menghilangkan sisa tanah dan mikroorganisme tanpa merusak tekstur kulit.
2. Teknik Memasak untuk Tekstur Maksimal
Mengolah kentang dengan kulit memberikan dimensi "crunchy" yang tidak didapatkan dari kentang kupas.
A. Roasting (Panggang Oven)
Ini adalah cara terbaik untuk menonjolkan rasa gurih kulit kentang.
- Keringkan kentang sepenuhnya setelah dicuci. Kelembapan adalah musuh tekstur renyah.
- Potong sesuai selera (wedges atau dadu).
- Lumuri dengan minyak zaitun dan garam. Minyak membantu menghantarkan panas untuk mematangkan kulit secara merata.
- Panggang pada suhu tinggi (200°C) hingga kulit terlihat keemasan dan garing.
B. Boiling (Rebus)
Jika ingin membuat salad kentang atau mashed potato dengan kulit:
- Masukkan kentang ke dalam air dingin, baru nyalakan api. Ini memastikan bagian dalam dan kulit matang bersamaan sehingga kulit tidak pecah.
- Tambahkan garam yang cukup banyak pada air rebusan agar meresap hingga ke dalam kulit.
3. Rahasia Nutrisi: Mengapa Harus dengan Kulit?
Mengolah dengan kulit memberikan keuntungan biologis yang signifikan bagi tubuh:
- Indeks Glikemik Lebih Rendah: Serat pada kulit memperlambat penyerapan karbohidrat, sehingga gula darah tidak melonjak drastis.
- Antisidat Tinggi: Kulit kentang kaya akan flavonoid dan asam fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan.
- Tekstur dan Rasa: Kulit memberikan aroma earthy yang khas dan menjaga struktur kentang agar tidak hancur saat dimasak lama (seperti dalam sup atau stew).
4. Tips Tambahan agar Hasil Optimal
- Jangan Merendam Terlalu Lama: Merendam kentang yang sudah dipotong dalam air terlalu lama dapat menghilangkan vitamin yang larut dalam air (seperti Vit C dan B-kompleks).
- Gunakan Sedikit Asam: Menambahkan sedikit cuka atau perasan lemon saat merebus dapat membantu menjaga struktur selulosa pada kulit agar tetap kokoh dan tidak "becek".
Sumber Data Artikel
Penyusunan artikel ini merujuk pada prinsip gizi dan teknik kuliner dari sumber berikut:
- USDA FoodData Central: Data mengenai kandungan nutrisi spesifik pada kulit kentang dibandingkan daging buahnya.
- Healthline - Nutrition Articles: Studi mengenai kandungan serat dan efek kulit kentang terhadap indeks glikemik.
- The Culinary Institute of America (CIA): Teknik pengolahan sayuran akar untuk mempertahankan tekstur dan rasa melalui metode dry-heat cooking.
- Journal of Food Composition and Analysis: Penelitian mengenai retensi vitamin dan mineral pada berbagai metode pemasakan kentang.
ManfaatSayuran
