Manfaat Buah Bisbul Untuk Kesehatan Tubuh, Efek Samping, Kandungan Didalamnya Serta Cara Pengolahan Yang Baik Untuk Hasil Optimal

Play dengarkan berita

Manfaat, Efek Samping, Kandungan,
Pengolahan Hasil Optimal


Buah Bisbul (Diospyros blancointeraction) merupakan kerabat dekat buah kesemek. Buah yang memiliki kulit berbulu halus seperti beludru ini mungkin tidak sepopuler apel atau jeruk, namun di balik tampilannya yang unik, bisbul menyimpan gudang nutrisi yang luar biasa bagi kesehatan manusia.

Kandungan Nutrisi Buah Bisbul
Keunggulan utama buah bisbul terletak pada kepadatan nutrisinya. Berdasarkan berbagai penelitian nutrisi buah tropis, setiap 100 gram buah bisbul mengandung:
  • Energi: Sekitar 50-70 kkal.
  • Serat: Sangat tinggi, baik untuk pencernaan.
  • Vitamin: Kaya akan Vitamin A (untuk mata), Vitamin C (imunitas), dan Vitamin B kompleks.
  • Mineral: Kalium, Kalsium, Fosfor, dan Zat Besi.
  • Senyawa Fenolik: Mengandung antioksidan seperti flavonoid dan tanin.
Manfaat Buah Bisbul Bagi Kesehatan

1. Menjaga Kesehatan Jantung
Kandungan kalium yang tinggi dalam bisbul berfungsi sebagai vasodilator, yaitu membantu merelaksasi pembuluh darah. Hal ini bermanfaat dalam menurunkan tekanan darah dan mengurangi ketegangan pada sistem kardiovaskular.

2. Melancarkan Sistem Pencernaan
Serat makanan yang melimpah membantu memperlancar gerak peristaltik usus. Mengonsumsi bisbul secara teratur dapat mencegah sembelit dan membantu membersihkan racun di usus besar.

3. Meningkatkan Sistem Imun
Dengan kadar Vitamin C yang signifikan, buah ini bertindak sebagai perisai alami tubuh dalam melawan infeksi radikal bebas dan mempercepat penyembuhan luka.

4. Kesehatan Kulit dan Mata
Kombinasi Vitamin A dan C serta antioksidan membantu menjaga elastisitas kulit, mencegah penuaan dini, dan menjaga kejernihan penglihatan.

Efek Samping yang Perlu Diperhatikan
Meskipun bermanfaat, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai:
  • Reaksi Alergi: Bulu halus pada kulit buah bisbul dapat menyebabkan gatal atau iritasi pada kulit sensitif atau tenggorokan jika tidak dibersihkan dengan benar.
  • Gangguan Pencernaan: Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan perut kembung atau diare karena kadar seratnya yang sangat tinggi.
  • Interaksi Gula: Bagi penderita diabetes, konsumsi harus dibatasi karena mengandung gula alami (fruktosa) yang cukup tinggi saat sudah matang sempurna.
Cara Pengolahan yang Baik
untuk Hasil Optimal
Untuk mendapatkan manfaat maksimal tanpa terkena iritasi dari bulu halusnya, ikuti langkah berikut:
  1. Pembersihan Bulu: Cuci buah di bawah air mengalir sambil digosok perlahan menggunakan kain atau sikat halus untuk menghilangkan bulu beludrunya.
  2. Pengupasan: Selalu kupas kulitnya. Meskipun beberapa nutrisi ada di dekat kulit, kulit bisbul cenderung memiliki rasa yang agak sepat dan tekstur yang kurang nyaman.
  3. Konsumsi Langsung: Cara terbaik mendapatkan Vitamin C adalah memakannya dalam keadaan segar saat buah sudah matang (tekstur empuk dan aroma harum kuat).
  4. Diolah Menjadi Jus/Smoothies: Campurkan daging buah bisbul dengan sedikit madu atau susu rendah lemak. Tekstur "mentega"-nya akan memberikan kekentalan alami yang lezat.
  5. Hindari Pemanasan Berlebih: Memasak bisbul dalam suhu tinggi dapat merusak kandungan vitamin yang sensitif terhadap panas.
Sumber Data Artikel
Data dalam artikel ini disusun berdasarkan referensi kesehatan dan botani berikut:
  1. Database Departemen Pertanian (USDA) mengenai analisis nutrisi buah tropis.
  2. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan: "Analisis Kandungan Antioksidan pada Genus Diospyros".
  3. PlantUse English: Resources on Diospyros blancoi (Velvet Apple).
  4. Katalog Tanaman Obat Indonesia.
ManfaatBuah