Play dengarkan berita
Buah Buni, Mutiara Hitam Tropis
Yang Kaya Antioksidan
Buah buni (Antidesma bunius) mungkin terdengar asing bagi generasi muda saat ini. Buah yang tumbuh berkelompok dalam untaian mirip anggur ini merupakan tanaman asli Asia Tenggara dan Australia Utara. Di Indonesia, buni memiliki berbagai nama lokal seperti wuni (Jawa), buni (Sunda), dan berunai (Melayu).
1. Karakteristik Fisik dan Rasa
Pohon buni dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 15–30 meter. Hal yang paling menarik dari buni adalah perubahan warna buahnya saat proses pematangan:
- Muda: Berwarna hijau terang.
- Setengah Matang: Berwarna kekuningan lalu berubah menjadi merah cerah (rasanya sangat asam).
- Matang Sempurna: Berwarna ungu kehitaman (rasanya manis-asam menyegarkan).
Karena teksturnya yang berair dan kulitnya yang tipis, buah ini sangat populer dijadikan bahan rujak ulek, jamu, hingga sirup.
2. Kandungan Nutrisi
Meskipun ukurannya kecil, buah buni menyimpan "ledakan" nutrisi yang luar biasa. Berdasarkan berbagai penelitian, buah buni mengandung:
- Vitamin: Kaya akan Vitamin C, Vitamin E, dan Vitamin B kompleks.
- Mineral: Mengandung zat besi, fosfor, dan kalsium.
- Senyawa Aktif: Sangat tinggi akan Antosianin (pigmen alami yang memberikan warna gelap) dan Flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan kuat.
3. Manfaat Kesehatan
Berkat kandungan nutrisinya, buah buni sering digunakan dalam pengobatan tradisional maupun modern untuk:
- Menjaga Daya Tahan Tubuh: Kadar Vitamin C yang tinggi membantu memperkuat sistem imun.
- Kesehatan Jantung: Antosianin membantu mencegah penyumbatan pembuluh darah (aterosklerosis).
- Kesehatan Mata: Kandungan vitamin di dalamnya baik untuk mencegah degenerasi makula.
- Melancarkan Pencernaan: Serat alami pada buni membantu mengatasi sembelit.
- Antidiabetes: Beberapa studi menunjukkan ekstrak buni dapat membantu mengatur kadar gula darah.
4. Pengolahan di Masyarakat
Di Indonesia, buah buni tidak hanya dimakan langsung. Berikut adalah cara populer mengolahnya:
- Rujak Buni: Buah buni yang merah dan hitam diulek bersama terasi, gula merah, dan cabai.
- Sirup dan Selai: Karena rasa asamnya yang kuat, buni sangat cocok dijadikan konsentrat minuman.
- Pewarna Alami: Pigmen ungu gelapnya sering digunakan sebagai pewarna makanan alami yang aman.
- Lalapan: Daun mudanya sering dikonsumsi sebagai lalapan atau campuran sayur di daerah pedesaan.
Sumber Data Artikel:
- Badan Litbang Pertanian (Kementerian Pertanian RI): Mengenai klasifikasi tanaman buah langka di Indonesia.
- Jurnal Farmasi/Kesehatan: Studi tentang kadar antosianin dan aktivitas antioksidan pada genus Antidesma.
- Prosea (Plant Resources of South-East Asia): Data botani mengenai persebaran dan ekologi Antidesma bunius.
- Data Komposisi Pangan Indonesia: Untuk estimasi nilai gizi buah-buahan tropis.
ManfaatBuah
