Mengenal Buah Gandaria, Si Eksotis dari Maluku yang Kaya Manfaat

Play dengarkan berita

Mengenal Buah Gandaria,
Si Eksotis dari Maluku
yang Kaya Manfaat


Indonesia dianugerahi kekayaan biodiversitas yang luar biasa, terutama dalam hal buah-buahan tropis. Di tengah gempuran buah impor seperti apel dan anggur, terselip satu permata hijau kekuningan yang mulai langka namun memiliki cita rasa dan nilai sejarah yang tinggi: Buah Gandaria.

Buah yang memiliki nama ilmiah Bouea macrophylla ini bukan sekadar camilan musiman. Ia adalah identitas flora dari Provinsi Jawa Barat, meskipun asal-usulnya membentang kuat hingga ke wilayah Maluku dan merambah ke semenanjung Malaysia serta Thailand. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai si buah mungil yang unik ini.

Morfologi dan Karakteristik Tanaman
Gandaria termasuk dalam famili Anacardiaceae, yang berarti ia masih "saudara dekat" dengan mangga dan jambu mete. Pohonnya merupakan tumbuhan menahun yang gagah, mampu mencapai tinggi hingga 25 meter dengan tajuk yang rimbun dan hijau sepanjang tahun.
  • Daun: Memiliki bentuk lanset meruncing dengan tekstur yang kaku dan tebal. Menariknya, daun muda gandaria sering berwarna ungu tua sebelum berubah menjadi hijau gelap.
  • Buah: Berbentuk bulat agak lonjong dengan diameter sekitar 2–5 cm. Saat masih muda, kulitnya berwarna hijau terang, dan ketika matang akan berubah menjadi kuning oranye yang mengkilap.
  • Daging Buah: Memiliki tekstur yang mirip dengan mangga namun lebih berair. Salah satu ciri khasnya adalah bijinya yang berwarna ungu cerah, memberikan kontras visual yang cantik saat buah dibelah.

Sensasi Rasa dan Pemanfaatan Kuliner
Berbicara tentang rasa, gandaria menawarkan profil rasa yang kompleks. Buah yang masih muda cenderung sangat asam (masam) dan memiliki sedikit getah. Sementara itu, buah yang sudah matang sempurna memiliki perpaduan rasa manis dan asam yang menyegarkan dengan aroma yang khas.

Di Indonesia, pemanfaatan gandaria sangat beragam tergantung tingkat kematangannya:
  1. Sebagai Sambal (Sambal Gandaria): Ini adalah penggunaan paling populer di tanah Sunda. Buah muda diulek bersama cabai, terasi, dan gula merah. Rasa asam alaminya memberikan kesegaran yang tidak bisa digantikan oleh cuka atau jeruk nipis.
  2. Lalapan dan Rujak: Irisan buah muda sering dijadikan komponen wajib dalam rujak bebek atau dimakan langsung sebagai lalapan untuk membangkitkan nafsu makan.
  3. Manisan dan Sirup: Buah yang matang sering diolah menjadi manisan karena teksturnya yang tetap kenyal namun menyerap gula dengan baik.
  4. Olahan Daun: Tak hanya buahnya, pucuk daun gandaria yang masih muda juga sering dijadikan lalapan bagi masyarakat pedesaan.
Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatan
Dibalik ukurannya yang kecil, gandaria menyimpan "gudang" nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Berdasarkan data komposisi pangan, gandaria kaya akan:
  • Vitamin C: Berperan sebagai antioksidan kuat untuk meningkatkan sistem imun dan menjaga elastisitas kulit melalui produksi kolagen.
  • Serat Pangan: Membantu melancarkan sistem pencernaan dan mencegah sembelit.
  • Kandungan Air yang Tinggi: Sangat efektif untuk menghidrasi tubuh, terutama di iklim tropis yang panas.
  • Mineral: Mengandung kalsium dan fosfor yang baik untuk kesehatan tulang.
Manfaat Kesehatan Utama:
  1. Menjaga Kesehatan Kulit: Kandungan vitamin C dan air membantu menjaga kelembapan kulit dan mempercepat penyembuhan luka.
  2. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh: Antioksidannya membantu menangkal radikal bebas yang memicu penyakit degeneratif.
  3. Kesehatan Jantung: Serat dalam buah ini membantu mengikat kolesterol jahat dalam saluran pencernaan sebelum diserap ke aliran darah.
Budidaya dan Tantangan Pelestarian
Meskipun memiliki potensi ekonomi dan kesehatan yang besar, populasi pohon gandaria saat ini mulai menyusut. Tanaman ini termasuk dalam kategori tanaman yang lambat tumbuh. Pohon gandaria yang ditanam dari biji memerlukan waktu hingga 6–10 tahun untuk mulai berbuah secara produktif.

Budidaya biasanya dilakukan melalui biji atau penyambungan (grafting). Tanah yang ideal untuk gandaria adalah tanah yang subur, gembur, dan memiliki drainase yang baik di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 300 meter di atas permukaan laut.

Tantangan terbesar saat ini adalah konversi lahan. Banyak pohon gandaria tua di pekarangan rumah ditebang untuk pembangunan pemukiman. Selain itu, kurangnya edukasi kepada generasi muda membuat buah ini sering dianggap "buah kuno" yang kalah pamor dengan buah modern.

Gandaria dalam Budaya dan Identitas
Di Maluku, khususnya di Desa Suli, Ambon, terdapat kawasan yang terkenal sebagai penghasil gandaria terbaik. Buah ini telah menjadi bagian dari identitas sosial masyarakat setempat. Begitu pula di Jawa Barat, di mana namanya diabadikan sebagai nama daerah (seperti kawasan Gandaria di Jakarta Selatan), yang menandakan bahwa dulunya pohon ini tumbuh subur di wilayah tersebut.

Pemanfaatan kayu gandaria pun tidak sembarangan. Kayunya yang keras dan kuat sering digunakan untuk membuat gagang senjata tajam atau kerajinan tangan berkualitas tinggi.

✓ Mengenal buah gandaria adalah upaya untuk mencintai kekayaan lokal Indonesia. Dengan rasa asam-manis yang unik, profil nutrisi yang tinggi, serta kedekatan budayanya, gandaria pantas mendapatkan tempat lebih luas di meja makan kita. Melestarikan gandaria bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi tentang menjaga warisan rasa dan kesehatan untuk generasi mendatang.

Jika Anda berkesempatan menemukan buah ini di pasar tradisional, jangan ragu untuk mencobanya. Satu gigitan gandaria adalah cara sederhana untuk merayakan keajaiban alam tropis Nusantara.

Sumber Data Artikel:
  1. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika): Deskripsi morfologi dan varietas Bouea macrophylla.
  2. Pusat Informasi Data dan Statistik Lingkungan (Kementerian LHK): Mengenai status flora identitas daerah (Jawa Barat).
  3. Data Komposisi Pangan Indonesia (Kementerian Kesehatan RI): Informasi mengenai kandungan nutrisi, mineral, dan vitamin per 100 gram buah gandaria.
  4. Jurnal Agroteknologi (IPB University): Studi mengenai teknik budidaya dan pemanfaatan tanaman gandaria di masyarakat lokal.
  5. Pusat Studi Satwa Lahan Basah (Universitas Lambung Mangkurat): Dokumentasi mengenai habitat asli dan persebaran tanaman famili Anacardiaceae.
ManfaatBuah