Mengenal Buah Jabuticaba, Anggur Unik yang Tumbuh di Batang Pohon

Play dengarkan berita

Mengenal Buah Jabuticaba
Anggur Unik yang Tumbuh
di Batang Pohon


Pernahkah Anda membayangkan sebuah pohon yang buahnya tidak menggantung di ujung dahan, melainkan menempel rapat menyelimuti seluruh batang kayunya? Jika belum, perkenalkanlah Jabuticaba (Plinia cauliflora). Buah eksotis asal Brasil ini sering kali membuat orang yang pertama kali melihatnya merasa takjub karena penampilannya yang memukau dan tidak biasa.

Jabuticaba bukan sekadar tanaman hias yang unik. Di balik tampilannya yang menyerupai mutiara hitam keunguan yang muncul langsung dari kulit pohon, tersimpan rasa yang luar biasa dan manfaat kesehatan yang melimpah. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai keajaiban botani dari Amerika Selatan ini.

Karakteristik Botani yang Unik
Hal paling mencolok dari Jabuticaba adalah sifatnya yang kauliflori. Dalam dunia botani, kauliflori adalah fenomena di mana bunga dan buah tumbuh langsung pada batang utama atau cabang yang sudah tua, bukan pada pucuk ranting baru yang masih muda.

Pohon Jabuticaba tumbuh lambat namun bisa mencapai ketinggian 15 meter jika berada di habitat aslinya. Daunnya kecil, berwarna merah muda saat masih muda dan berubah menjadi hijau gelap saat dewasa. Namun, pemandangan paling spektakuler terjadi saat musim berbunga. Seluruh batang pohon akan tertutup bunga-bunga kecil berwarna putih yang tampak seperti bulu halus atau renda, sebelum akhirnya berubah menjadi butiran buah hijau yang nantinya matang menjadi ungu pekat cenderung hitam.

Cita Rasa dan Tekstur
Banyak orang menyebut Jabuticaba sebagai "Anggur Brasil". Secara visual, buah ini memang sangat mirip dengan anggur muscadine. Kulitnya tebal, licin, dan berwarna gelap. Di dalamnya terdapat daging buah berwarna putih transparan hingga merah muda pucat yang sangat berair (juicy).

Rasanya? Sebuah perpaduan yang kompleks. Anda akan merasakan sensasi manis yang dominan dengan sentuhan sedikit asam yang menyegarkan. Beberapa orang mendeskripsikannya sebagai campuran rasa antara anggur, leci, dan sedikit aroma jambu biji. Di tengah daging buahnya, biasanya terdapat satu hingga empat biji kecil yang tidak disarankan untuk dimakan karena rasanya yang agak sepat.

Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatan
Jabuticaba tidak hanya enak, tetapi juga masuk dalam kategori superfood. Kulitnya yang berwarna gelap merupakan indikator tingginya kandungan antosianin, sejenis antioksidan kuat yang juga ditemukan pada blueberry dan acai berry.

Berikut adalah beberapa manfaat utama Jabuticaba bagi kesehatan:
  1. Anti-Penuaan dan Kesehatan Kulit: Kandungan antioksidan yang tinggi membantu melawan radikal bebas, mencegah kerusakan sel, dan menjaga elastisitas kulit.
  2. Kesehatan Jantung: Senyawa polifenol dalam buah ini membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan menurunkan risiko peradangan kronis.
  3. Membantu Pencernaan: Kandungan serat dalam daging buahnya sangat baik untuk kelancaran sistem pencernaan.
  4. Anti-Inflamasi Alami: Di Brasil, kulit buah Jabuticaba sering dikeringkan dan digunakan sebagai ramuan tradisional untuk membantu meredakan radang amandel, asma, hingga diare.
Budidaya, Kesabaran adalah Kunci
Menanam Jabuticaba membutuhkan kesabaran ekstra. Jika Anda menanamnya dari biji, Anda mungkin harus menunggu 8 hingga 15 tahun sebelum pohon tersebut mulai berbuah untuk pertama kalinya. Namun, dengan teknik cangkok atau sambung pucuk, masa tunggu ini bisa dipangkas menjadi 3 hingga 5 tahun saja.

Pohon ini menyukai tanah yang sedikit asam dan membutuhkan banyak air. Di iklim tropis seperti Indonesia, Jabuticaba dapat tumbuh dengan sangat baik asalkan mendapatkan sinar matahari yang cukup dan penyiraman yang rutin. Menariknya, di habitat yang ideal, pohon ini bisa berbuah sepanjang tahun, memberikan panen yang melimpah berkali-kali.

Pemanfaatan dalam Kuliner
Karena kulitnya yang tebal mengandung tanin, buah Jabuticaba cenderung cepat terfermentasi setelah dipetik (biasanya hanya bertahan 3-4 hari dalam suhu ruang). Oleh karena itu, masyarakat Brasil sering mengolahnya menjadi berbagai produk turunan:
  • Jelly dan Selai: Rasa manis-asamnya sangat cocok dijadikan olesan roti atau isian kue.
  • Minuman Fermentasi: Jabuticaba sangat populer diolah menjadi wine, liqueur, dan cuka premium yang memiliki aroma khas.
  • Sari Buah: Jus segar Jabuticaba adalah minuman pelepas dahaga yang sangat digemari saat musim panas.
Tantangan dalam Distribusi
Mengapa kita jarang melihat Jabuticaba di supermarket lokal? Masalah utamanya adalah masa simpan yang sangat singkat. Hal ini membuat Jabuticaba sulit diekspor dalam bentuk buah segar dalam skala besar. Inilah sebabnya Jabuticaba sering kali dianggap sebagai "harta karun lokal" yang paling maksimal dinikmati jika Anda memetiknya langsung dari pohonnya.

✓ Jabuticaba adalah bukti keanekaragaman hayati yang luar biasa. Ia menantang standar umum pohon buah dengan cara tumbuhnya yang unik dan estetis. Dengan rasa yang lezat dan profil nutrisi yang mengesankan, tidak heran jika popularitasnya mulai merambah ke luar Amerika Latin, termasuk ke para kolektor tanaman buah di Indonesia.

Jika Anda memiliki lahan di halaman rumah dan sedikit kesabaran, menanam Jabuticaba adalah investasi jangka panjang yang sangat memuaskan—baik untuk keindahan taman maupun untuk kesehatan keluarga Anda.

Sumber Data Artikel:
  1. Morton, J. F. (1987). Fruits of Warm Climates: Jaboticaba (Plinia cauliflora). Julia F. Morton, Miami, FL.
  2. Balerdi, C. F., & Rafie, R. (2006). Jaboticaba Growing in the Florida Home Landscape. University of Florida, IFAS Extension.
  3. Journal of Functional Foods. Antioxidant compounds and health benefits of Jabuticaba (Plinia cauliflora) peel.
  4. Missouri Botanical Garden. Plant Finder: Plinia cauliflora.
  5. USDA (United States Department of Agriculture). Nutritional Database on Tropical Fruits.
ManfaatBuah