Mengenal Buah Merah (Papua), Si "Emas Merah" dari Pegunungan Tengah

Play dengarkan berita

Mengenal Buah Merah (Papua),
Si "Emas Merah" dari Pegunungan Tengah


Papua tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga rahasia pengobatan tradisionalnya yang luar biasa. Salah satu primadonanya adalah Buah Merah (nama ilmiah: Pandanus conoideus). Bagi masyarakat lokal, khususnya di wilayah pegunungan seperti Jayawijaya, buah ini bukan sekadar panganan, melainkan simbol kehidupan dan kesehatan.

1. Karakteristik Tanaman
Buah Merah termasuk dalam keluarga tanaman Pandanaceae. Berbeda dengan pandan wangi yang biasa kita gunakan untuk memasak, pohon Buah Merah dapat tumbuh hingga setinggi 16 meter.
  • Bentuk: Menyerupai marak atau lonjong dengan panjang mencapai 60–100 cm.
  • Warna: Merah hati yang sangat pekat dan mengkilap saat matang (meskipun ada varietas berwarna cokelat dan kuning).
  • Tekstur: Kulit luarnya memiliki tonjolan kecil yang kasar, namun di dalamnya terdapat daging buah yang berminyak dan kaya nutrisi.
2. Kandungan Nutrisi yang Luar Biasa
Apa yang membuat Buah Merah begitu istimewa? Jawabannya terletak pada konsentrasi senyawa aktifnya. Buah ini merupakan salah satu sumber alami tertinggi untuk:
  • Tokoferol (Vitamin E): Sangat tinggi, berfungsi sebagai antioksidan kuat.
  • Betakaroten (Pro-vitamin A): Mendukung kesehatan mata dan sistem imun.
  • Asam Oleat & Linoleat: Lemak sehat yang baik untuk jantung.
  • Mineral: Mengandung kalsium, zat besi, dan fosfor dalam jumlah yang signifikan.
3. Manfaat bagi Kesehatan
Secara tradisional dan berdasarkan beberapa penelitian modern, ekstrak minyak Buah Merah (sering disebut MBMP - Minyak Buah Merah Papua) dipercaya dapat membantu:
  1. Meningkatkan Imunitas: Kandungan antioksidannya membantu tubuh melawan radikal bebas.
  2. Menjaga Kesehatan Mata: Tingginya betakaroten sangat baik untuk regenerasi sel mata.
  3. Potensi Antikanker: Beberapa studi awal menunjukkan senyawa dalam Buah Merah dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, meski masih memerlukan penelitian klinis lebih lanjut.
  4. Menurunkan Kolesterol: Asam lemak tak jenuhnya membantu menyeimbangkan kadar kolesterol dalam darah.
4. Cara Konsumsi Tradisional vs Modern
Masyarakat asli Papua biasanya mengolah Buah Merah dengan cara:
  • Dibakar atau Direbus: Daging buahnya dipisahkan dari empulur.
  • Ekstraksi Minyak: Buah diperas dan disaring untuk diambil minyaknya yang kental, yang kemudian digunakan sebagai saus untuk sayuran atau diminum langsung sebagai obat.
Saat ini, di pasar modern, Buah Merah sudah tersedia dalam bentuk kapsul ekstrak atau minyak botolan yang lebih praktis untuk dikonsumsi sebagai suplemen harian.

Sumber Data & Referensi:
  1. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) / BRIN: Laporan penelitian mengenai keanekaragaman hayati genus Pandanus di Papua.
  2. Kementerian Pertanian Republik Indonesia: Profil komoditas perkebunan spesifik lokasi.
  3. Journal of Ethnopharmacology: Studi tentang penggunaan tradisional dan farmakologi Pandanus conoideus.
  4. Buku "Minyak Buah Merah" oleh Drs. I Made Budi, M.S.: Peneliti utama yang mempopulerkan manfaat Buah Merah di tingkat nasional dan internasional.
ManfaatBuah