Play dengarkan berita
Kesehatan Ibu Hamil,
Trimester Pertama hingga Ketiga
1. Trimester Pertama (Minggu 1 – 12): Masa Pembentukan
Ini adalah fase paling krusial karena organ-organ vital janin mulai terbentuk. Secara fisik, Ibu mungkin belum terlihat hamil, namun hormon sedang bekerja keras.
- Gejala Umum: Morning sickness (mual muntah), kelelahan ekstrem, payudara sensitif, dan sering buang air kecil.
- Fokus Kesehatan:
- Asam Folat: Konsumsi minimal 400 mcg per hari untuk mencegah cacat tabung saraf.
- Pemeriksaan Awal: Lakukan USG pertama untuk memastikan kantong kehamilan dan detak jantung janin.
- Hindari Zat Berbahaya: Berhenti merokok, konsumsi alkohol, dan batasi kafein (maksimal 200 mg/hari).
2. Trimester Kedua (Minggu 13 – 28): Masa Nyaman
Sering disebut sebagai honeymoon phase. Mual biasanya mereda, dan energi Ibu mulai kembali.
- Gejala Umum: Perut mulai membesar, munculnya stretch marks, dan mulai merasakan gerakan janin (sekitar minggu ke-18 hingga 20).
- Fokus Kesehatan:
- Nutrisi Kalsium & Zat Besi: Janin mulai membentuk tulang dan volume darah Ibu meningkat drastis.
- Skrining Glukosa: Tes untuk mendeteksi diabetes gestasional biasanya dilakukan pada minggu ke-24 hingga 28.
- Olahraga Ringan: Jalan santai atau yoga hamil sangat disarankan untuk menjaga kebugaran otot panggul.
3. Trimester Ketiga (Minggu 29 – 40): Masa Persiapan
Tubuh Ibu mulai bersiap untuk persalinan. Beban perut yang semakin berat seringkali menimbulkan ketidaknyamanan fisik.
- Gejala Umum: Sakit punggung, sesak napas (karena rahim menekan diafragma), pembengkakan kaki, dan kontraksi palsu (Braxton Hicks).
- Fokus Kesehatan:
- Pantau Gerakan Janin: Pastikan bayi aktif bergerak setiap hari.
- Persiapan Persalinan: Menyusun birth plan, menyiapkan tas rumah sakit, dan mempelajari teknik pernapasan.
- Cukup Istirahat: Tidur miring ke kiri sangat dianjurkan untuk melancarkan aliran darah ke plasenta.
Tips Nutrisi Umum Selama Kehamilan
| Zat Gizi | Manfaat | Sumber Makanan |
- Protein | Pertumbuhan jaringan janin | Telur, daging tanpa lemak, tempe, tahu
- Zat Besi | Mencegah anemia pada Ibu | Bayam, daging merah, hati ayam
- DHA/Omega-3 | Perkembangan otak dan mata | Ikan salmon, alpukat, kacang kenari
- Kalsium | Kekuatan tulang dan gigi | Susu, keju, yoghurt, brokoli
Tanda Bahaya yang Harus Diwaspadai
Segera hubungi dokter jika Ibu mengalami:
- Perdarahan pervaginam.
- Sakit kepala hebat yang tidak kunjung hilang.
- Penurunan drastis gerakan janin.
- Pecah ketuban sebelum waktunya.
- Penglihatan kabur atau bengkak ekstrem pada wajah dan tangan (gejala Preeklamsia).
Sumber Data & Referensi
Data dalam artikel ini disusun berdasarkan standar kesehatan internasional dan nasional berikut:
- Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes): Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) edisi terbaru.
- American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG): Nutrition During Pregnancy dan Prenatal Development.
- Mayo Clinic: Pregnancy week by week guide.
- World Health Organization (WHO): Antenatal care for a positive pregnancy experience.
KesehatanIbu&Anak
