Play dengarkan berita
Panduan Lengkap Kesehatan Pria,
Menjaga Performa dan Umur Panjang
Seringkali, pria cenderung mengabaikan gejala kesehatan atau menunda pemeriksaan medis hingga kondisi menjadi serius. Padahal, menjaga kesehatan bukan hanya tentang penampilan fisik (otot), melainkan harmoni antara kesehatan jantung, hormonal, mental, dan metabolisme.
1. Kesehatan Kardiovaskular: Mesin Utama
Penyakit jantung tetap menjadi penyebab kematian nomor satu bagi pria secara global. Pria cenderung mengembangkan penyakit jantung lebih awal dibandingkan wanita.
- Tekanan Darah: Target ideal adalah di bawah 120/80 mmHg.
- Kolesterol: Pantau kadar LDL (kolesterol jahat) yang dapat memicu plak pada arteri.
- Tips Utama: Lakukan latihan kardio minimal 150 menit per minggu untuk menjaga elastisitas pembuluh darah.
2. Kesehatan Hormonal dan Seksual
Hormon Testosteron adalah kunci vitalitas pria. Seiring bertambahnya usia (biasanya setelah 30 tahun), kadar testosteron menurun sekitar 1% setiap tahun.
- Disfungsi Ereksi (DE): Seringkali bukan sekadar masalah seksual, melainkan "alarm" awal adanya masalah jantung atau diabetes.
- Kesehatan Prostat: Setelah usia 50 tahun, pemeriksaan Prostate-Specific Antigen (PSA) sangat disarankan untuk deteksi dini kanker prostat atau BPH (pembengkakan prostat jinak).
3. Kesehatan Mental: Menembus Stigma
Pria memiliki risiko bunuh diri yang secara statistik lebih tinggi di banyak negara, seringkali karena stigma bahwa "pria harus kuat" dan tidak boleh menunjukkan kerentanan.
- Gejala Depresi pada Pria: Sering tidak muncul sebagai kesedihan, melainkan sebagai rasa marah, iritabilitas, atau kelelahan yang ekstrem.
- Pentingnya Tidur: Kurang tidur kronis menurunkan testosteron dan meningkatkan kortisol (hormon stres).
4. Nutrisi dan Metabolisme
Metabolisme pria biasanya lebih tinggi karena massa otot, namun mereka juga lebih rentan terhadap lemak visceral (lemak perut) yang aktif secara metabolik dan berbahaya.
- Asupan Protein: Penting untuk pemeliharaan otot seiring penuaan (sarcopenia).
- Zink dan Selenium: Mineral penting untuk kualitas sperma dan fungsi prostat.
Ringkasan Pemeriksaan Rutin (Check-up)
| Usia | Jenis Pemeriksaan | Frekuensi |
- | 20 - 30
- Tekanan darah, Kolesterol, BMI
- Setiap 2 tahun
- 40+
- Skrining Diabetes (Gula Darah)
- Setiap tahun
- 50+
- Skrining Kanker Kolon & Prostat
- Sesuai anjuran dokter
Sumber Data & Referensi
Artikel ini disusun merujuk pada pedoman kesehatan dari institusi berikut:
- Mayo Clinic: Men's Health Issues - Fokus pada kesehatan prostat dan jantung.
- Harvard Health Publishing: Men's Health Guide - Mengenai penurunan testosteron dan kesehatan mental.
- World Health Organization (WHO): Statistik kesehatan global pria dan pencegahan penyakit tidak menular.
- Cleveland Clinic: Data mengenai kaitan antara disfungsi ereksi dan kesehatan vaskular.
Kesehatan Pria KesehatanPria
