Seledri, Si Hijau Rendah Kalori dengan Nutrisi Paling Lengkap

Play dengarkan berita

Seledri, Si Hijau Rendah Kalori
dengan Nutrisi Paling Lengkap

Switch to English

Selama ini, seledri (Apium graveolens) mungkin lebih sering kita temui sebagai "pemanis" di mangkuk soto atau hiasan di atas bubur ayam. Namun, di balik aromanya yang khas dan teksturnya yang renyah, sayuran hijau ini adalah superfood tersembunyi. Dengan kandungan air mencapai 95%, seledri adalah pilihan utama bagi mereka yang ingin hidup sehat tanpa tumpukan kalori.

Mengapa Seledri Begitu Istimewa?
Banyak orang mengira seledri hanya berisi air. Faktanya, seledri menyimpan kombinasi unik antara vitamin, mineral, dan senyawa tanaman (fitonutrien) yang jarang ditemukan dalam konsentrasi setinggi ini pada sayuran lain yang setara kalorinya.

1. Rendah Kalori, Tinggi Serat
Satu tangkai seledri besar hanya mengandung sekitar 7 kalori. Ini menjadikannya camilan ideal bagi pelaku diet. Serat di dalamnya juga membantu menjaga kesehatan pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

2. Gudang Antioksidan
Seledri mengandung setidaknya 12 jenis zat antioksidan, termasuk vitamin C, beta karoten, dan flavonoid. Antioksidan ini berfungsi melindungi sel, pembuluh darah, dan organ dari kerusakan oksidatif yang memicu penuaan dini dan penyakit kronis.

3. Keajaiban "Phthalides" untuk Jantung
Salah satu senyawa unik dalam seledri adalah 3-n-butylphthalide (BuPh). Senyawa ini terbukti secara ilmiah dapat membantu merelaksasi jaringan dinding arteri, yang pada akhirnya membantu menurunkan tekanan darah secara alami.

Tabel Nutrisi Seledri (per 100 gram)
| Nutrisi | Jumlah | Manfaat Utama |
  1. Energi | 16 kkal | Menjaga berat badan ideal
  2. Serat | 1,6 g | Melancarkan pencernaan
  3. Vitamin K | 29,3 mcg | Kesehatan tulang & pembekuan darah
  4. Kalium | 260 mg | Menjaga tekanan darah & fungsi otot
  5. Folat | 36 mcg | Mendukung pembentukan sel darah merah
Manfaat Kesehatan Utama
  • Mengurangi Peradangan: Seledri mengandung sekitar 25 senyawa anti-inflamasi yang dapat memberikan perlindungan terhadap peradangan di tubuh, seperti radang sendi (arthritis) dan osteoporosis.
  • Mendukung Pencernaan: Selain serat, seledri mengandung polisakarida berbasis pektin yang dapat membantu melindungi lapisan lambung dan mencegah maag.
  • Efek Alkalinisasi: Meskipun kita makan berbagai makanan asam, seledri memiliki efek menetralkan (alkali) yang membantu menjaga keseimbangan pH tubuh.
Tips Menikmati Seledri agar Nutrisi Terjaga
Agar Anda mendapatkan manfaat maksimal, perhatikan hal berikut:
  1. Jangan Dibuang Daunnya: Daun seledri justru mengandung vitamin C dan kalsium yang lebih tinggi dibanding batangnya.
  2. Kukus Sebentar: Jika tidak suka mentah, kukus seledri selama 3–10 menit. Penelitian menunjukkan bahwa mengukus lebih baik dalam mempertahankan antioksidan dibandingkan merebus.
  3. Jus Seledri: Mengonsumsi jus seledri di pagi hari saat perut kosong sedang populer karena efektivitasnya dalam hidrasi dan detoksifikasi cepat.
Catatan Penting: Bagi Anda yang mengonsumsi obat pengencer darah, konsultasikan dengan dokter karena kandungan Vitamin K pada seledri yang cukup tinggi dapat memengaruhi kerja obat tersebut.

Sumber Data & Referensi
Data dalam artikel ini dirangkum berdasarkan literasi kesehatan dan nutrisi berikut:
  1. U.S. Department of Agriculture (USDA) FoodData Central.
  2. Medical Medium: Celery Juice oleh Anthony William (Mengenai tren dan manfaat jus seledri).
  3. Journal of Evidence-Based Complementary & Alternative Medicine (Mengenai aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi seledri).
  4. Healthline Editorial Team: "5 Health Benefits of Celery."
ManfaatSayuran