Play dengarkan berita
Mengapa Orang Jepang
Sangat Menyukai Ikan Kerapu?
Bagi masyarakat Jepang, laut bukan sekadar sumber pangan, melainkan identitas budaya yang mendalam. Di antara sekian banyak hasil laut yang populer seperti tuna (Maguro) atau salmon, terdapat satu jenis ikan yang menempati kasta istimewa di meja makan kelas atas: Ikan Kerapu, atau yang dalam bahasa Jepang dikenal secara umum sebagai Hata.
Berikut adalah alasan mendasar mengapa masyarakat Jepang sangat menggemari ikan ini, baik dari sudut pandang gastronomi maupun nilai budaya.
1. Tekstur dan Rasa yang Unik (Hatsumono)
Ikan kerapu dihargai karena karakteristik dagingnya yang unik. Berbeda dengan ikan berdaging merah yang cenderung berlemak berat, kerapu memiliki:
- Daging Putih yang Bersih: Teksturnya elastis, padat, namun tetap lembut saat dikunyah.
- Kaya Kolagen: Kulit ikan kerapu mengandung kolagen yang sangat tinggi. Saat dimasak, kulit ini memberikan sensasi kenyal dan rasa gurih yang mendalam (umami).
- Rasa yang Elegan: Kerapu tidak memiliki bau amis yang tajam, menjadikannya kanvas yang sempurna untuk bumbu-bumbu halus khas Jepang.
2. Simbol Kemewahan dan Status
Di Jepang, jenis kerapu tertentu seperti Longtooth Grouper (Kue) dianggap sebagai "ikan legendaris". Karena sulit ditangkap dan jumlahnya terbatas, ikan ini sering disajikan di restoran fine dining atau Ryokan (penginapan tradisional) eksklusif. Menyajikan hidangan kerapu kepada tamu dianggap sebagai bentuk penghormatan tertinggi dan simbol status sosial.
3. Keajaiban Musim Dingin: Hidangan Nabe
Orang Jepang sangat mementingkan konsep Shun (makan bahan makanan pada puncak musimnya). Kerapu paling digemari saat musim dingin. Hidangan yang paling ikonik adalah Kue-nabe (Hot pot ikan kerapu).
- Dalam suhu dingin, ikan kerapu membangun lapisan lemak tipis di bawah kulitnya.
- Saat direbus dalam kaldu, lemak dan kolagen ini menyatu, menciptakan kuah yang kental dan sangat bergizi.
4. Fleksibilitas Pengolahan
Kuliner Jepang sangat mengedepankan teknik yang menjaga keaslian rasa. Kerapu adalah salah satu dari sedikit ikan yang "serba bisa":
- Sashimi: Diiris tipis (Usuzukuri) untuk menonjolkan tekstur kenyalnya.
- Nimono: Direbus perlahan dengan kecap asin dan mirin.
- Karaage: Digoreng untuk mendapatkan sensasi kulit yang renyah namun daging tetap lembut.
Data dan Sumber Referensi
Penyusunan artikel ini didasarkan pada data kuliner dan ekspor-impor perikanan Jepang berikut:
- Japan Fisheries Research and Education Agency (FRA): Mengenai klasifikasi spesies Hata (Grouper) dan siklus musim tangkap di perairan Prefektur Nagasaki dan Wakayama.
- MAFF (Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries Japan): Data konsumsi ikan putih (Shiromi) di pasar domestik Jepang yang menunjukkan tren peningkatan permintaan ikan karang premium.
- Trends in Japan - Food & Drink: Laporan mengenai popularitas hidangan "Kue" di wilayah Kyushu sebagai daya tarik wisata kuliner musim dingin.
- Export Data from Seafood Source: Mengenai ketergantungan Jepang pada impor kerapu kualitas tinggi dari Asia Tenggara (termasuk Indonesia) untuk memenuhi kebutuhan restoran sushi kelas atas.
ManfaatIkan
