Manfaat Rajungan Untuk Kesehatan Tubuh, Efek Samping, Kandungan Didalamnya Serta Cara Pengolahan Yang Baik Untuk Hasil Optimal
Play dengarkan berita
Rajungan Untuk Kesehatan Tubuh,
Efek Samping, Kandungan Didalamnya
Serta Cara Pengolahan Yang Baik
Untuk Hasil Optimal
![]() |
| Switch to English |
Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan komoditas laut yang sangat populer karena cita rasanya yang manis dan gurih. Berbeda dengan kepiting bakau, rajungan memiliki habitat asli di laut dalam dan memiliki cangkang dengan pola bentol-bentol yang khas. Selain kelezatannya, rajungan menyimpan segudang nutrisi yang krusial bagi metabolisme tubuh manusia.
Kandungan Gizi Dalam Rajungan
Rajungan dikenal sebagai sumber protein hewani yang tinggi namun rendah lemak. Dalam 100 gram daging rajungan, umumnya terkandung:
- Protein: Sekitar 18–20 gram, mengandung asam amino esensial lengkap.
- Mineral: Kaya akan Seng (Zinc), Yodium, Kalsium, Fosfor, Tembaga, dan Selenium.
- Vitamin: Sumber Vitamin B12 yang sangat baik, serta mengandung Vitamin A dan B kompleks lainnya.
- Asam Lemak Omega-3: Lemak sehat yang baik untuk jantung dan otak.
- Rendah Kalori: Sangat cocok untuk menu diet sehat.
Manfaat Rajungan Bagi Kesehatan Tubuh
- Mendukung Pertumbuhan Otot dan Sel: Kandungan protein yang tinggi membantu dalam regenerasi sel-sel tubuh yang rusak dan pembentukan massa otot.
- Menjaga Kesehatan Jantung: Omega-3 berperan penting dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menjaga elastisitas pembuluh darah.
- Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh: Kadar Seng (Zinc) dan Selenium dalam rajungan bertindak sebagai antioksidan yang memperkuat daya tahan tubuh terhadap infeksi.
- Mencegah Anemia: Vitamin B12 dan zat besi di dalamnya membantu produksi sel darah merah secara optimal.
- Menjaga Kesehatan Tulang: Kombinasi kalsium dan fosfor yang tinggi sangat baik untuk mencegah pengeroposan tulang atau osteoporosis.
Efek Samping yang Perlu Diwaspadai
Meskipun bernutrisi, konsumsi rajungan harus dilakukan dengan bijak karena beberapa risiko berikut:
- Kandungan Kolesterol: Meski rendah lemak, rajungan memiliki kadar kolesterol yang cukup signifikan. Penderita hiperkolesterolemia disarankan membatasi porsi.
- Risiko Alergi: Seafood merupakan alergen umum. Gejala bisa berupa gatal-gatal, pembengkakan, hingga sesak napas.
- Kadar Merkuri: Sebagai hewan laut, ada risiko akumulasi logam berat jika rajungan ditangkap di perairan yang tercemar.
- Asam Urat: Rajungan mengandung purin. Konsumsi berlebihan dapat memicu kekambuhan pada penderita asam urat.
Cara Pengolahan yang Baik
untuk Hasil Optimal
Untuk mendapatkan manfaat maksimal tanpa merusak kandungan gizinya, ikuti langkah-langkah berikut:
- Pemilihan Bahan: Pilih rajungan yang masih segar, tidak berbau busuk/amonia, dan cangkangnya masih keras (tidak lembek).
- Pembersihan: Cuci bersih di bawah air mengalir. Sikat bagian cangkangnya untuk menghilangkan sisa pasir atau lumpur.
- Teknik Memasak:
- Kukus (Steaming): Ini adalah metode terbaik untuk menjaga nutrisi dan rasa asli rajungan. Cukup kukus selama 10–15 menit.
- Rebus (Boiling): Gunakan sedikit garam dan rempah seperti jahe atau serai untuk menghilangkan aroma amis. Jangan merebus terlalu lama agar daging tidak menjadi liat.
- Hindari Penggorengan (Deep Frying): Menggoreng rajungan dengan banyak minyak akan menambah kadar lemak jenuh dan merusak asam lemak omega-3 yang sensitif terhadap panas tinggi.
- Bumbu Alami: Gunakan bumbu seperti bawang putih, jahe, dan lemon yang dapat meningkatkan bioavailabilitas nutrisi sekaligus menekan kolesterol.
Sumber Data Artikel
Informasi dalam artikel ini dirangkum berdasarkan data dari:
- Data Komposisi Pangan Indonesia (Persatuan Ahli Gizi Indonesia).
- National Institutes of Health (NIH) - FoodData Central.
- Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis terkait profil asam amino dan mineral pada Portunus pelagicus.
- Panduan Diet Sehat Kementerian Kesehatan RI.
ManfaatIkan
