Play dengarkan berita
Manfaat Daun Katuk untuk ASI,
Benarkah Terbukti Secara Ilmiah?
Bagi ibu menyusui di Indonesia, daun katuk (Sauropus androgynus) sudah lama menjadi "primadona" di dapur. Warisan turun-temurun menyarankan konsumsi sayuran hijau ini untuk memperlancar Air Susu Ibu (ASI). Namun, di era medis modern, muncul pertanyaan penting: Apakah khasiat ini hanya mitos atau memang memiliki landasan ilmiah?
Rahasia Nutrisi dalam Daun Katuk
Secara profil nutrisi, daun katuk memang luar biasa. Ia mengandung makronutrien dan mikronutrien yang krusial bagi ibu nifas, di antaranya:
- Protein dan Serat: Membantu pemulihan fisik ibu.
- Vitamin A, C, dan B Kompleks: Meningkatkan daya tahan tubuh.
- Mineral: Kaya akan kalsium, zat besi, dan fosfor.
Namun, yang membuatnya spesial untuk laktasi bukanlah sekadar vitaminnya, melainkan kandungan senyawa fitosterol dan papaverin.
Bagaimana Daun Katuk Bekerja
Menurut Sains?
Secara ilmiah, daun katuk dikategorikan sebagai galactagogue (substansi yang dapat meningkatkan produksi ASI). Berikut adalah mekanisme kerjanya:
1. Stimulasi Hormon Prolaktin
Penelitian menunjukkan bahwa senyawa fitosterol dalam daun katuk dapat memicu peningkatan kadar hormon prolaktin. Prolaktin adalah hormon utama yang bertanggung jawab untuk memproduksi ASI di dalam kelenjar susu.
2. Efek Papaverin
Daun katuk mengandung papaverin yang bersifat spasmolitik (merelaksasi otot polos). Dalam konteks menyusui, relaksasi ini membantu memperlebar pembuluh darah dan meningkatkan sirkulasi ke area payudara, yang secara tidak langsung mendukung kelancaran pengeluaran ASI.
3. Peningkatan Volume ASI
Beberapa studi klinis di Indonesia menunjukkan bahwa kelompok ibu menyusui yang mengonsumsi ekstrak daun katuk mengalami peningkatan volume ASI yang signifikan (sekitar 50-70%) dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsinya.
Catatan Penting: Jangan Berlebihan
Meski bermanfaat, sains juga memberikan peringatan. Konsumsi daun katuk sebaiknya dilakukan dalam jumlah wajar (sebagai sayuran pendamping) dan dimasak hingga matang.
- Hindari konsumsi mentah: Daun katuk mentah mengandung alkaloid papaverin yang jika dikonsumsi dalam jumlah sangat besar secara terus-menerus dapat berdampak pada kesehatan paru-paru (bronchiolitis obliterans).
- Variasi Nutrisi: ASI yang berkualitas tidak hanya bergantung pada satu jenis sayuran, tapi juga keseimbangan gizi secara keseluruhan dan manajemen stres ibu.
✓ Apakah terbukti secara ilmiah? Jawabannya adalah Ya. Daun katuk memiliki dasar biokimia yang kuat untuk mendukung produksi ASI melalui stimulasi hormonal. Namun, ia bukanlah "obat ajaib" tunggal; frekuensi menyusui (supply and demand) tetap menjadi faktor utama dalam keberhasilan laktasi.
Sumber Data & Referensi:
- Kementerian Kesehatan RI (Promkes): Mengenal manfaat daun katuk sebagai pelancar ASI alami.
- Sulasmi, et al. (Journal of Physics: Conference Series): The Effect of Katuk Leaf Extract on Increasing ASI Production.
- Sa’roni, et al. (Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan): Studi klinis mengenai efektivitas ekstrak daun Sauropus androgynus pada ibu menyusui.
- World Health Organization (WHO): Pedoman nutrisi ibu menyusui dan penggunaan herbal lokal.
ManfaatSayuran
